HALSEL, Lintaskieraha.com–Kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten Halmahera Selatan kembali menjadi sorotan. Seorang pasien asal Desa Pasir Putih, Kecamatan Obi Utara, dilaporkan mengalami kondisi kesehatan yang semakin memburuk akibat menderita penyakit Tuberkulosis atau Tuberculosis (TB), setelah diduga tidak mendapatkan obat yang seharusnya diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.
Informasi yang dihimpun Malutline, pasien tersebut sebelumnya menjalani pemeriksaan medis di RSUD Labuha. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, pasien dinyatakan menderita penyakit TB paru yang membutuhkan penanganan serius dan pengobatan rutin melalui program pengendalian TB.
Namun yang menjadi persoalan, setelah hasil pemeriksaan keluar, pasien justru tidak diberikan obat untuk memulai pengobatan. Pihak rumah sakit disebut meminta pasien kembali ke kampung halamannya di Desa Pasir Putih dan diarahkan mengambil obat program TB di Puskesmas Obi Utara.
Harapan keluarga untuk segera mendapatkan pengobatan pupus ketika pasien mendatangi Puskesmas Obi Utara di Desa Madapolo. Menurut keterangan yang diterima keluarga, pihak puskesmas melalui kepala puskesmas dan petugas menyampaikan bahwa stok obat program TB sedang kosong atau habis.
Akibat tidak mendapatkan pengobatan sesuai prosedur, kondisi pasien kini dikabarkan semakin memprihatinkan. Tubuh pasien terlihat semakin lemah, mengalami penurunan berat badan secara drastis, dan kondisi fisiknya terus menurun dari hari ke hari.
Keluarga pasien mengaku sangat kecewa dengan kondisi pelayanan kesehatan yang mereka alami. Mereka menilai pasien dengan penyakit menular serius seperti TB paru seharusnya mendapat prioritas penanganan cepat, termasuk ketersediaan obat yang menjadi bagian utama dari proses penyembuhan.
“Pasien sudah diperiksa dan dinyatakan sakit TB paru, tapi tidak diberikan obat. Disuruh pulang dan ambil di puskesmas. Saat datang ke puskesmas ternyata obat habis. Sekarang kondisi pasien semakin parah dan berat badan turun drastis,” ungkap sumber keluarga kepada Malutline.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap sistem distribusi obat program kesehatan, khususnya obat TB yang seharusnya tersedia secara berkelanjutan di fasilitas kesehatan pemerintah. Mengingat TB merupakan penyakit menular yang membutuhkan pengobatan rutin dan tidak boleh terputus agar tidak memicu komplikasi maupun risiko penularan lebih luas.
Masyarakat kini meminta perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan serta pemerintah daerah agar segera turun tangan mengevaluasi pelayanan di RSUD Labuha maupun Puskesmas Obi Utara.
Selain memastikan pasien segera mendapatkan obat, pemerintah juga didorong melakukan audit terhadap distribusi obat program TB agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak membahayakan keselamatan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan, terutama terhadap pasien dengan penyakit serius, harus menjadi prioritas utama, karena keterlambatan penanganan dapat berdampak fatal bagi keselamatan pasien.
Malutline akan terus berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak RSUD Labuha, Puskesmas Obi Utara, serta Dinas Kesehatan Halmahera Selatan terkait persoalan ini. (Lan)










