HALSEL, Lintas-Kieraha. Com Keluhan karyawan PT Gane Tambang Sentosa (GTS) terkait fasilitas makan pekerja lapangan kini semakin memanas. Para pekerja mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan, khususnya pekerja di area mes bawah dekat pesisir pantai.
Karyawan menilai adanya perlakuan yang tidak adil antara pekerja lapangan dengan staf maupun atasan yang berada di area kantor perusahaan. Pasalnya, hingga kini fasilitas kantin hanya tersedia di dekat office atau lokasi atas perusahaan, sementara pekerja di lapangan bawah hanya menerima makanan yang diantar menggunakan bungkusan.
Akibat jarak tempuh yang cukup jauh, makanan yang diterima pekerja sering kali sudah dingin saat sampai di lokasi mes.
“Lokasi mes bawah jauh dari office dan kantin. Jadi makanan hanya diantar pakai bungkusan. Kadang makanan sudah dingin waktu diterima,” ungkap Hidayat mewakili keluhan sejumlah pekerja.
Menurut para pekerja, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dinilai tidak layak bagi karyawan yang bekerja di area tambang dengan aktivitas berat setiap hari.
Selain mengeluhkan makanan yang dingin, pekerja juga mempertanyakan standar kebersihan dan higienitas makanan yang dibungkus lalu dibawa dalam perjalanan cukup jauh menuju lokasi kerja mereka.
“Kami merasa makanan yang dibungkus lalu dibawa jauh seperti itu kurang higienis. Sementara kantin yang layak hanya tersedia di atas dekat office,” kata salah satu pekerja lainnya.
Para karyawan menilai perusahaan seharusnya menyediakan fasilitas makan yang setara bagi seluruh pekerja tanpa membedakan jabatan maupun lokasi kerja.
Mereka meminta manajemen PT GTS segera membangun kantin tambahan di area bawah atau dekat mes pekerja lapangan agar distribusi makanan lebih layak dan manusiawi.
“Kami hanya meminta keadilan. Jangan fasilitas bagus hanya untuk atasan di office, sementara pekerja lapangan yang kerja panas-panasan justru tidak diperhatikan,” ujar seorang pekerja dengan nada kecewa.
Situasi tersebut kini mulai menjadi perhatian para pekerja yang berharap Disnakertrans Halmahera Selatan segera turun melakukan inspeksi langsung ke lokasi perusahaan.
Mereka meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait memastikan hak-hak dasar pekerja dipenuhi sesuai ketentuan ketenagakerjaan, termasuk fasilitas makan yang layak dan sehat.
“Kami berharap Disnakertrans Halsel bisa turun cek langsung kondisi di lapangan supaya perusahaan juga bisa lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja,” tambah pekerja lainnya.
Para pekerja menilai perhatian terhadap fasilitas makan bukan persoalan sepele, melainkan bagian penting dari keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan tambang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Gane Tambang Sentosa belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan pekerja maupun desakan agar Disnakertrans Halmahera Selatan turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. (Red)












