Tambang Emas Kaputusang Dinilai Mampu Menekan Pengangguran dan Kriminalitas

LABUHA, Lintaskieraha–Desa Kaputusang, sebuah desa kecil yang berada di wilayah Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kini menjadi sorotan berkat potensi sumber daya alamnya berupa emas lepas yang ditemukan di sekitar bantaran sungai.

Emas tersebut berbentuk butiran halus menyerupai pasir dan serbuk, yang umumnya diperoleh melalui metode tradisional, yakni dengan cara mendulang menggunakan wajan atau dulang oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, aktivitas pertambangan di wilayah tersebut sejatinya bukan hal baru. Sekitar 30 tahun lalu, kawasan ini pernah dikelola oleh perusahaan PT Asia Gold dengan dukungan izin dari Harita Group. Namun, setelah aktivitas perusahaan tersebut berhenti, lokasi bekas tambang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber mata pencaharian.

Perubahan signifikan terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya mayoritas warga berprofesi sebagai petani dan nelayan, penurunan hasil di sektor tersebut mendorong masyarakat untuk beralih ke aktivitas penambangan emas tradisional. Saat ini, diperkirakan sekitar 99 persen warga Desa Kaputusang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Meskipun aktivitas pertambangan ini belum memiliki izin resmi dari Pemerintah Daerah Halmahera Selatan, keberadaannya dinilai membawa dampak sosial yang cukup positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan taraf ekonomi, aktivitas ini juga disebut berkontribusi dalam menekan angka pengangguran dan berbagai bentuk kriminalitas sosial.

Sejumlah kebiasaan negatif yang sebelumnya kerap terjadi, seperti konsumsi minuman keras, kenakalan remaja, hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pencurian, dilaporkan mulai berkurang secara signifikan sejak masyarakat memiliki aktivitas dan sumber penghasilan yang lebih stabil.

Tambang ini juga bersifat eksklusif bagi warga lokal. Aktivitas penambangan dikelola secara mandiri oleh masyarakat Desa Kaputusang dan tidak dibuka untuk penambang dari luar wilayah, khususnya di luar Kabupaten Halmahera Selatan.

Dari sisi pendidikan, peningkatan ekonomi masyarakat turut berdampak positif, Banyak orang tua kini mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka, bahkan hingga ke jenjang perguruan tinggi, Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi tambang berada sekitar 18 hingga 20 kilometer dari permukiman warga, dengan akses yang cukup menantang, termasuk harus melintasi kurang lebih 13 sungai.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.

Metode penambangan yang dilakukan pun masih tergolong sederhana. Para penambang membuat kolam di area bantaran sungai yang mengering akibat endapan banjir, kemudian mendulang material untuk mendapatkan emas. Tidak sedikit pula penambang, baik laki-laki maupun perempuan, yang harus berendam di sungai sepanjang hari, yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi kulit.

Di lokasi tambang juga terlihat penggunaan mesin pompa air (alkon) untuk mengatasi genangan air di kolam tambang, terutama saat terjadi banjir.

Di sisi lain, aktivitas pertambangan turut berdampak pada kondisi lingkungan, khususnya kualitas air sungai yang menjadi keruh pada pagi hingga sore hari akibat aktivitas penambangan. Namun, warga menyebutkan bahwa air sungai biasanya kembali jernih pada malam hari setelah aktivitas berhenti.

Seorang warga mengungkapkan bahwa meskipun sungai yang dulunya menjadi sumber air utama kini mengalami perubahan, hal tersebut tidak menjadi persoalan besar karena masyarakat telah memiliki alternatif sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Keberadaan tambang emas rakyat di Desa Kaputusang menunjukkan dinamika antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan tantangan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Diperlukan perhatian dan kebijakan yang tepat dari pemerintah agar aktivitas ini dapat memberikan manfaat maksimal tanpa mengabaikan aspek legalitas dan kelestarian lingkungan (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *