Polres Halsel Diduga Biarkan Judi Togel Beroperasi Terbuka di Sejumlah Titik di Halmahera Selatan

Ilusterasi Judi Togel

HALSEL, Lintas-Kieraha.com Aktivitas perjudian Toto Gelap (Togel) di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga di beberapa titik di Negeri Saruma mengaku praktik jual beli kupon togel masih berlangsung secara terbuka dan nyaris tanpa hambatan.

Berdasarkan Pantauan media warga menyebutkan, aktivitas tersebut terlihat di beberapa desa dan kawasan dalam Kota Labuha, bahkan disebut berlangsung pada siang hingga malam hari. Kondisi ini memicu tanda tanya masyarakat terkait efektivitas pengawasan dan penindakan aparat penegak hukum di wilayah tersebut.

“Sudah lama berlangsung. Orang jual terang-terangan, bukan rahasia lagi. Kami heran kenapa seolah tidak ada tindakan tegas,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Warga menilai, praktik togel yang terus beroperasi ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial masyarakat, terutama kalangan ekonomi lemah yang kerap menjadi sasaran perjudian angka tersebut.

Beberapa warga bahkan menduga adanya pembiaran, karena aktivitas tersebut terus berjalan dalam waktu yang cukup lama tanpa penertiban yang terlihat signifikan di lapangan.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Halmahera Selatan terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian masih terus dilakukan untuk memperoleh penjelasan dan klarifikasi.

Sebagaimana diketahui, perjudian dalam bentuk apa pun, termasuk togel, merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman hukuman penjara bagi pelaku.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan pengawasan serta melakukan langkah penindakan yang tegas agar praktik perjudian yang meresahkan ini tidak terus berkembang di tengah masyarakat Halmahera Selatan.

Warga juga meminta adanya perhatian serius dari pihak berwenang demi menjaga ketertiban dan moral sosial di Negeri Saruma. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *